Pada awal tahun ini persaingan dalam dunia bisnis sangat ketat, karena peluang para pengusaha bukan hanya dari wilayah domestik melaikan dari manca Negara. Dengan perberlakuan kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku di tahun 2015 ini. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berubah memiliki daya saing usaha. Karena daya saing beberapa sektor peluang usaha kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Dengan mengandalkan limbah kain pabrik, kita dapat merubahnya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, yaitu menjadi sebuah keset rumah tangga, perkantoran, hotel dll. Mengiat keset yang digunakan disetiap ruangan menjadikan peluang ini sangat besar, karena bukan hanya digunakan pada sektor rumah tangga, melaikan hotel, perkantoran, dan gedung – gedung memerlukan keset untuk media kebersihan lantai, sehingga hampir 90 % bangunan memerlukan keset. Maka dapat disimpulkan ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dalam sektor pasar di Indonesia bahkan luar negeri.
Pangsa Pasar atau Konsumen
Di setiap lingkungan rumah tangga, hotel, dan gedung – gedung memerlukan media kebersihan lantai seperti keset. Dari kalangan rumah sederhana hingga gedung mewah menggunakan keset, maka sasaran pasar keset sangat luas mencakup berbagai kalangan ruangan bangunan. Kita dapat membuat pola motif keset menjadi menarik, dengan motif tokoh kartun, hewan, dan tulisan. Dengan keset yang kita buat lebih inovatif dan memiliki nilai seni arsitektur, menjadikan keset ini semakin diminati konsumen dengan daya tarik kreasi pada motifnya.
Memulai Bisnis Keset
Dalam memulai usaha keset, kita harus mencari sebuah pabrik tekstil yang memiliki kain sisa potong untuk dapat kita gunakan sebagai bahan utama pembuatan keset, serta dengan menjalin kerjasama dalam pengolahan limbah kain sisa potong, dan kita harus menggunakan mesin jahit dalam membuat keset, serta mengetahui pola dasar yang kreatif dan inovatif dalam membuat keset.
Keuntungan Bisnis Keset
Hampir 90 % bangunan memerlukan keset, maka dapat disimpulkan ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan dalam sektor pasar di Indonesia bahkan luar negeri. Dengan membuat motif keset yang lebih inovatif menjadikan produk keset lebih dapat diminati oleh kosumen, sehingga daya tarik produk keset semakin tinggi dengan mencakup berbagai kalangan, dari kalangan bawah hingga kalangan atas.
Kendala Bisnis Gadget
Dalam menjalankan bisnis produk keset tentunya memerlukan modal usaha yang tidak sedikit, karena kita harus mepersiapkan peralatan alat kerja seperti mesin jahit, dan karyawan apabila usaha kita semakin berkembang. Dan dalam persaingan produk keset, kita harus mempelajari pola motif gambar yang sedang booming di pasaran dan mengetahui trend motif keinginan konsumen. Sehingga produk dapat lebih diminati oleh kunsumen.
Strategi Pemasaran
Pemasaran sangat mudah kita lakukan, cukup dengan menawarkan produk keset kita ke ruko – ruko, pasar tradisional, dan pasar modern. Selain itu kita dapat menjual produk kita melalui jejaring sosial seperti facebook, web jual beli online, bahkan membuat blog pribadi usaha keset. Sehingga penjulan tidak terhalang oleh lokasi penjualan tertentu, hingga dapat mencakup pasar domestik bahkan luar negeri. Dengan memiliki blog pribadi kita dapat mempromosikan produk keset dengan motif terbaru dan berbagai penawaran yang menarik.
Selain itu dalam bisnis keset ini, kita harus giat mencoba berbagai motif dengan megikuti pelatihan khusus atau mengikuti seminar tata cara membuat pola menjahit, sehingga daya saing motif keset lebih diminati dan berpeluang mendapatkan omset yang lebih besar.
Kunci Sukses
Kita harus menanamkan kegigihan dan ketekunan dalam usaha bisnis ini, dengan giat berlatih membuat motif yang diminati mengkuti trend pasar, dan menawarkan harga yang relatif bersaing. Sehingga pangsa pasar akan semakin luas terbuka lebar.
Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi Keset sebanyak 3.000 Pcs
- Proses produksi dilakukan di rumah, tanpa menyewa tempat usaha
Modal awal
Mesin jahit (@ Rp 800.000 x 3 buah) Rp 2.400.000
Etalase Rp 800.000
Peralatan produksi (jarum, benang, gunting, dll) Rp 700.000 +
Total Rp 3.900.000
Biaya Penyusutan
Peralatan mengalami penyusutan, setelah masa pemakaian sebagai berikut :
Mesin jahit : 1/36 bulan x Rp 2.400.000 Rp 66.700
Etalase : 1/36 bulan x Rp 800.000 Rp 22.200
Peralatan produksi : 1/12 bulan x Rp 700.000 Rp 58.300 +
Total penyusutan Rp 147.200
Biaya produksi per bulan
Bahan baku (potongan kain, benang, aksesoris) Rp 6.000.000
Gaji tenaga borongan (Rp 700.000,00 x 5 orang) Rp 3.500.000
Biaya listrik dan telepon Rp 400.000
Biaya transportasi dan jasa pengiriman barang Rp 1.300.000
Biaya promosi Rp 300.000
Biaya penyusutan peralatan Rp 147.200 +
Total Rp 11.647.200
Omset per bulan
Penjualan boneka : @ Rp 8.000 x 3.000 buah = Rp 24.000.000
Laba bersih per bulan
Rp 24.000.000 - Rp 11.647.200 = Rp 12.352.800
Return of Investment (ROI)
(modal awal + biaya produksi) : laba bersih per bulan ± 2 bulan
Pada contoh Bisnis Plan Keset ini semoga dapat menjadi inspirasi buat kita dalam mengembangkan bisnis usaha rumahan, sehingga dapat ikut membatu memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan memberikan keuntungan buat kita pribadi. Mulailah menjadi bos, dengan berani mencoba peluang usaha yang kita kelola sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar